Rafting Sungai Geumpang - Mane

Destinasi Arung Jeram Terbaik di Indonesia.

Arung Jeram Sungai Geumpang - Mane

Salah satu view saat rafting di sungai Geumpang - Mane.

Air Terjun Pucari

Salah satu wisata alam di Aceh Besar.

Lingkok Kuwieng

Wisata alam eksotis di pedalaman Pidie.

Mie Aceh

Kuliner Aceh warisan Endatu.

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jameun Kupi, Kafe Bernuansa Tempo Dulu di Bireun, Aceh

Perjalanan kembali ke masa lalu saat kami menjelajahi desa nostalgia Cot Bada di Aceh, Indonesia. Rasakan pesona dunia lama, nikmati hidangan tradisional, dan benamkan diri Anda dalam suasana vintage. Jangan lewatkan destinasi unik yang akan membawa Anda ke masa lalu. Ikuti kami saat kami mengungkap permata tersembunyi Cot Bada Baroh, Bireun.


Melewati Jalan Banda Aceh Medan, Anda bisa singgah di sebuah desa bernama Cot Bada di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Ada nuansa berbeda yang bisa ditemui traveler di sini.

Ada destinasi yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga dengan suasana tempo dulu. Di sini tersedia berbagai macam menu baik makanan maupun minuman yang menawarkan masakan khas jaman dulu. Selain itu, Anda juga bisa melihat berbagai macam pernak-pernik masa lalu yang menghiasi lokasi ini.

Untuk menu makanan destinasi ini menyediakan makanan yang biasa disantap oleh orang tua kita, tidak ada jenis makanan kekinian. Saat traveler berkunjung ke lokasi, menu yang dipesan antara lain Deugok, gorengan, dan buah-buahan. Menu minuman disini rupanya juga menyediakan kopi khop, bandrek, kopi tebu, dan minuman tradisional lainnya tentunya. Ada satu minuman yang mengingatkan saya pada masa kecil traveler, yaitu limun, sejenis minuman soda menyegarkan yang sering diminum traveler semasa sekolah.

Di lokasi tersebut juga terdapat banyak aksesoris jadul, antara lain setrika arang, pompa air manual, kursi pangkas rambut kuno, koper, mangkok, piring, dan lain sebagainya yang merupakan barang langka saat ini. Banyak anak muda yang ingin berkunjung untuk berswafoto di lokasi ini, ada pula yang berasal dari luar kabupaten dan warga sekitar. Lokasinya di Jalan Dayah Darussaadah sekitar Cot Bada Kabupaten Bireuen, namanya Jameuen Kupie.

Temukan Cita Rasa Unik Masakan Aceh bersama Asam Sunti

Keunikan rasa asam sunti, bumbu khas Aceh yang terbuat dari buah belimbing wuluh yang difermentasi. Pelajari proses pembuatan asam sunti dan manfaat kesehatannya. Bersiaplah untuk menggoda selera Anda dengan cita rasa masakan Aceh yang kaya dan kuat.

Kuliner Aceh kaya akan cita rasa rempah-rempah. Rempah-rempah seperti daun kari, adas, cengkeh, kapulaga, pala, kayu manis, dan lainnya sering digunakan untuk membuat masakan khas Aceh. Dan salah satu bahan utama masakan Aceh adalah asam sunti, bumbu khas yang menambah cita rasa tajam dan gurih pada masakan Aceh. Namun tahukah Anda bahwa asam sunti terbuat dari buah belimbing wuluh yang difermentasi sehingga memberikan rasa asam yang berbeda dari buah belimbing wuluh lainnya? Mari selami lebih dalam dunia asam sunti.


Asam sunti merupakan bumbu khas Aceh yang terbuat dari buah belimbing wuluh yang difermentasi dan dikeringkan dengan garam. Warnanya coklat dan teksturnya agak kenyal dan lembut. Rasanya tajam dan sedikit asin karena proses penggaraman. Berkat proses fermentasinya, asam sunti mempunyai umur simpan yang cukup lama, yakni sekitar satu tahun. Ini adalah bahan pokok di dapur Aceh, menambah rasa asam yang menyegarkan dan meningkatkan kelezatan hidangan. Asam sunti juga berperan sebagai pengental alami. Biasa digunakan dalam masakan seperti bumbu keumamah, kuah masam keueng, lincah boh sunti, pepes, kari, dan banyak lagi.



Proses pembuatan asam sunti meliputi beberapa tahap, antara lain perendaman, penggaraman, penjemuran berulang kali (proses fermentasi pertama), dan penuaan (proses fermentasi lanjutan). Perendaman atau penjemuran awal di bawah sinar matahari dapat dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan menjemur buah belimbing wuluh yang baru dipanen selama 1-2 hari hingga berubah warna menjadi coklat. Cara kedua adalah dengan merendam buah belimbing wuluh semalaman lalu dijemur. Setelah itu, proses penggaraman diawali dengan menambahkan garam pada buah belimbing wuluh yang sudah layu. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam, ditutup rapat, dan dibiarkan semalaman. Proses penggaraman ini merupakan proses fermentasi pada buah belimbing wuluh. Langkah selanjutnya adalah menjemur buah belimbing wuluh yang telah difermentasi tersebut. Proses ini diulangi sebanyak dua kali hingga asam sunti menjadi kering. Langkah terakhir asam sunti diberi garam kembali dan didiamkan selama satu bulan.

Selain sebagai penambah rasa, asam sunti juga mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Menurut penelitian yang dimuat dalam Jurnal Ibnu Sina, asam sunti mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Asam sunti juga mempunyai potensi sifat antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian yang dilakukan Poltekkes Makassar menunjukkan bahwa asam sunti dapat membantu meringankan radang gusi. Buah belimbing wuluh sendiri kaya akan vitamin C yang juga berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini juga dapat membantu mengontrol gula darah dan tekanan darah.

Asam sunti adalah bahan populer dalam masakan Aceh, menambah rasa gurih dan tajam yang unik pada masakan. Pernahkah Anda mencoba masakan Aceh yang dibumbui asam sunti?

Menjelajahi Cita Rasa Aceh yang Eksotis: Mie Aceh yang Pelik

 Dalam petualangan kuliner ini sambil menjelajahi cita rasa eksotis Aceh melalui sentuhan unik Mie Aceh.


Masakan Aceh selalu memikat hati kita dengan citarasanya yang unik. Yang membedakan wilayah ini adalah kekhasannya dibandingkan wilayah tetangganya yang didominasi pengaruh Melayu dan Peranakan. Salah satu hidangan yang menonjol adalah mie goreng Aceh, perpaduan rasa nikmat yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tak heran jika restoran Aceh tumbuh subur di kota-kota besar di Indonesia. Selain menunya yang beragam dan lezat, masakan Aceh paling enak dinikmati dalam suasana santai dan ramah. Restoran-restoran khas Aceh ini menyediakan suasana yang nyaman untuk berlama-lama bersantap. Dengan pengaturan tempat duduk yang rendah dan santai sehingga Anda dapat menikmati sejuknya angin malam, tersedia juga banyak hidangan yang dapat dibagikan kepada teman dan keluarga.

Ambil contoh, roti canai dan kari. Hidangan yang dipengaruhi Asia Selatan ini mendapatkan popularitas luar biasa belakangan ini. Dipasangkan dengan secangkir teh atau kopi, berjam-jam bisa berlalu tanpa disadari. Namun saat lapar melanda, ada satu hidangan yang wajib dicoba. Ya, tebakan Anda benar – Mie Aceh.

Variasi paling eksotis dari hidangan ini adalah jika dipadukan dengan kepiting. Benar-benar nikmat, dan Anda akan mendapati diri Anda mengejar setiap potongan daging. Namun kali ini Chef kami ingin membagikan versi yang lebih sederhana dengan menggunakan tenderloin yang empuk dan juicy. Persiapannya relatif mudah, namun Anda perlu mengumpulkan berbagai bahan dasar. Sedikit mencincang, mengiris, dan mengasinkan, selebihnya tinggal membumbui dan memasak Mie Aceh  hingga matang sempurna.